Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja

Sulbar Gandeng Unhas: Bangun SDM Unggul di Pertanian dan Digital

SULBAR AMANAH INDONESIA, MAMUJU -- Bagi banyak keluarga di Sulawesi Barat, melanjutkan pendidikan tinggi bukan sekadar soal gelar, tetapi tentang peluang kerja setelah lulus. Pemerintah provinsi kini mencoba menjawab kebutuhan itu dengan membuka jalur kolaborasi pendidikan vokasi yang lebih terarah.

Langkah tersebut ditandai dengan audiensi perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin di Makassar, Jumat (13/2/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam kerangka RPJMD 2025–2030.

Mengapa Pendidikan Vokasi Jadi Pilihan?

Dalam pertemuan tersebut, pihak Pemprov Sulbar menekankan pentingnya pendidikan berbasis keterampilan terapan. Model vokasi dinilai lebih cepat menjawab kebutuhan pasar kerja karena porsi praktik yang dominan serta adanya sertifikasi kompetensi.

Fakultas Vokasi Unhas dikenal menerapkan pembelajaran praktik hingga 60–70 persen. Mahasiswa juga memiliki peluang mengikuti sertifikasi kompetensi serta program magang, termasuk di luar negeri.

Bagi Sulawesi Barat yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga kelautan, pendekatan ini dianggap relevan.

Program Studi yang Dinilai Strategis

Beberapa program studi yang dibahas dalam audiensi antara lain:

  • Teknologi Produksi Tanaman Pangan

  • Agribisnis Peternakan

  • Teknologi Produksi Ternak

  • Teknologi Akuakultur dan Pasca Panen Perikanan

  • Budidaya Laut dan Pantai

  • Teknologi Metalurgi Ekstraksi

  • Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis

  • Komunikasi Digital

Bidang-bidang tersebut dipandang selaras dengan kebutuhan pembangunan Sulbar, terutama dalam penguatan sektor primer dan transformasi digital daerah.

Skema Kerja Sama yang Disiapkan

Kerja sama yang direncanakan tidak berhenti pada promosi kampus. Pemerintah daerah membuka opsi fasilitasi informasi penerimaan mahasiswa baru, pembinaan siswa berprestasi, hingga peluang dukungan pembiayaan atau beasiswa.

Selain itu, dibahas pula kemungkinan jalur kerja sama khusus antara pemerintah daerah dan pihak kampus untuk memastikan akses yang lebih terstruktur bagi calon mahasiswa asal Sulbar.

Audiensi ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. Muhammad Restu, bersama jajaran dosen dan sivitas akademika.

Investasi SDM Jangka Panjang

Bagi Pemprov Sulbar, kolaborasi ini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Tantangan pembangunan daerah tidak lagi semata pada infrastruktur fisik, tetapi pada kesiapan tenaga kerja lokal yang mampu mengelola potensi daerah secara profesional.

Dengan pendekatan vokasi, pemerintah berharap generasi muda tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi yang terukur dan siap diterapkan di lapangan.

Ke depan, kedua pihak berencana memformalkan kerja sama ini dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian teknis. Jika terealisasi, kolaborasi tersebut dapat membuka jalur baru bagi lulusan SMA/SMK Sulbar untuk mengakses pendidikan terapan yang lebih terarah.

Pada akhirnya, keberhasilan langkah ini akan bergantung pada konsistensi implementasi—apakah kerja sama berhenti di ruang audiensi, atau benar-benar menjelma menjadi akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak Sulawesi Barat.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
  • Sulbar Jajaki Kerja Sama Vokasi dengan Unhas untuk Cetak SDM Siap Kerja
Posting Komentar
Ad
Ad