![]() |
| Pesan Menyentuh Gubernur Sulbar ke Petugas Haji 2026 |
SULBAR AMANAH INDONESIA, MAMUJU -- Suasana haru dan penuh tanggung jawab mewarnai pelepasan petugas haji Provinsi Sulawesi Barat tahun 2026.
Gubernur Suhardi Duka secara resmi melepas 27 Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH) di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (24/4/2026). Mereka akan mendampingi sekitar 1.400 jemaah haji asal Sulbar yang berasal dari enam kabupaten.
Para petugas ini bukan hanya sekadar pendamping. Mereka terdiri dari pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, dokter, hingga Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD)—semuanya membawa tanggung jawab besar.
Dalam arahannya, Suhardi Duka menyampaikan pesan yang sederhana, namun sangat dalam maknanya.
“Kita ke sana bukan hanya sebagai tamu Allah, tapi juga membawa identitas daerah dan bangsa. Jemaah haji Indonesia dikenal tertib, dan itu harus kita jaga,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa jemaah Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, sehingga sikap dan perilaku mereka akan selalu menjadi sorotan di Tanah Suci.
Namun, pesan yang paling menyentuh adalah soal emosi.
“Sebagai petugas, ada dua misi. Pertama, melayani jemaah dengan baik. Jangan sampai petugasnya emosional, karena kalau petugas emosional, jemaah juga bisa ikut emosional. Padahal di Tanah Suci, ujian itu berat dan hal kecil saja bisa memicu,” katanya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa tugas petugas haji bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kesabaran dan ketulusan dalam melayani.
Di tengah tanggung jawab besar itu, para petugas juga diingatkan untuk tidak melupakan tujuan utama mereka.
“Di satu sisi kita bertugas, tapi di sisi lain kita juga ingin meraih haji yang mabrur. Jadi dua-duanya harus berjalan seimbang,” tambahnya.
Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci.
Ini adalah amanah—membawa harapan ribuan jemaah, menjaga nama baik daerah, dan sekaligus menata hati untuk ibadah yang sempurna.

