Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru

Estafet kepemimpinan di tubuh Badan Pusat Statistik (BPS) kembali bergulir. Suri Handayani, S.Si., M.Si., resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat setelah dilantik langsung oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Senin, 21 Januari 2026. /Foto: ist/

SULBAR AMANAH INDONESIA, MAMUJU -- Di balik lembaran data dan deretan angka statistik, ada kisah panjang tentang dedikasi dan ketekunan. Suri Handayani, S.Si., M.Si. kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, setelah dilantik langsung oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin, 21 Januari 2026.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Gedung BPS RI itu bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Bersama 49 pejabat lainnya, Suri menjadi bagian dari tonggak penguatan tata kelola statistik nasional—data yang kelak menjadi dasar keputusan dan arah pembangunan.

Bagi dunia statistik, nama Suri Handayani bukanlah sosok asing. Perempuan kelahiran Semarang, 9 Maret 1974 ini telah mengabdikan dirinya di BPS sejak 1998. Lebih dari dua dekade ia bergelut dengan data, menyusuri berbagai wilayah, dan memahami Indonesia dari balik angka-angka.

Jejak kariernya terbentang panjang. Ia pernah menjadi Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Selatan, mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik di BPS Sulawesi Selatan dan Gorontalo, hingga menduduki posisi struktural di BPS Kabupaten Soppeng dan Pohuwato. Pengalaman lintas daerah itu membentuk sensitivitasnya terhadap karakteristik wilayah dan kebutuhan data yang berbeda-beda.

Latar belakang akademiknya pun mencerminkan ketekunan yang sama. Suri merupakan lulusan Diploma Ilmu Statistik, Sarjana Statistik, dan Magister Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Universitas Hasanuddin. Kombinasi disiplin ilmu tersebut memberinya cara pandang yang utuh: data bukan sekadar angka, tetapi alat memahami realitas sosial dan lingkungan.

Menariknya, di balik ketegasan dan presisi sebagai ahli statistik, Suri memiliki sisi personal yang hangat. Ia dikenal memiliki kegemaran memasak. Baginya, aktivitas di dapur bukan sekadar hobi pengisi waktu, melainkan latihan kesabaran dan perhatian pada detail—nilai yang juga ia terapkan dalam mengelola data dan organisasi.

Kini, Bumi Manakarra menjadi lembaran baru pengabdiannya. Kepala BPS RI menaruh harapan besar agar kepemimpinan Suri mampu menjawab tantangan transformasi statistik yang semakin adaptif dan relevan dengan kebutuhan daerah.

"Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab baru untuk menjaga integritas, profesionalisme, serta memastikan data statistik tetap menjadi rujukan utama pembangunan," ujar Amalia Adininggar dalam sambutannya.

Dengan pengalaman panjang, pemahaman lintas sektor, serta sentuhan humanis yang melekat pada dirinya, Suri Handayani diproyeksikan mampu memperkuat statistik sektoral dan meningkatkan literasi data di Sulawesi Barat—agar pembangunan tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
  • Suri Handayani, dari Dapur hingga Data: Kisah Kepala BPS Sulbar yang Baru
Posting Komentar
Ad
Ad