Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda

ILUSTRASI. Garis polisi

SULBAR AMANAH INDONESIA, MAJENE -- Warga Lingkungan Kayu Colo, Kelurahan Lamungan Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi tergantung di sebuah pohon, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban diketahui bernama Nur Fadly (38), warga Dusun Mosso Timur, Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh empat orang saksi, yakni Muhammad (32), Busman (48), Sudirman (40), dan Reski (20). Saat itu, mereka sedang bekerja membuat pagar di bagian belakang sebuah rumah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, peristiwa bermula ketika Muhammad hendak mengambil pasir menggunakan arco atau gerobak. Saat mendorong gerobak tersebut, ia dikejutkan dengan pemandangan sesosok tubuh yang tergantung di atas pohon. Muhammad kemudian berteriak memanggil rekan-rekannya.

Keempat saksi lalu bergegas menuju jalan poros untuk meminta bantuan warga sekitar dan segera menghubungi pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Malunda langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Malunda untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kapolsek Malunda, IPTU Antonius B, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat berada di Mako Polsek Malunda sejak Senin (12/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita hingga Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, menjelang siang hari, korban sudah tidak terlihat lagi berada di mako.

Korban sebelumnya berada di Mako Polsek Malunda karena adanya aduan dari warga. Yang bersangkutan kerap membuat kegaduhan dan meresahkan warga,” jelas IPTU Antonius.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui mengalami gangguan kondisi kejiwaan, berupa depresi dan kecemasan, serta sering mengamuk tanpa sebab. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan.

Berdasarkan hasil visum et repertum, pihak medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi.

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa ini tidak mengandung unsur tindak pidana dan telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mental di lingkungan sekitar.

* Imbauan ini ditujukan agar warga segera melaporkan atau membantu apabila terdapat individu yang membutuhkan pendampingan maupun bantuan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan tidak terulang di kemudian hari.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
  • Penemuan Mayat Gegerkan Warga Malunda
Posting Komentar
Ad
Ad