![]() |
| Dugaan Joki UTBK 2026 di Unsulbar Terbongkar |
SULBAR AMANAH INDONESIA, MAJENE -- Dugaan praktik kecurangan kembali mencuat dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026. Dua peserta perempuan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) diamankan setelah diduga terlibat praktik perjokian.
Kedua peserta diketahui memilih jurusan kedokteran, yang selama ini kerap disebut sebagai program studi paling rawan terjadi kecurangan.
Terungkap Saat Skrining Awal
Kasus ini terbongkar saat panitia melakukan pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Plt Wakil Rektor I Unsulbar, Tasrif Surungan, mengungkapkan bahwa petugas menemukan alat mencurigakan dari kedua peserta.
Perangkat tersebut terindikasi sebagai alat komunikasi dan berhasil terdeteksi sebelum ujian dimulai. Sesuai prosedur, keduanya langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Gunakan Modus Alat Tersembunyi
Dari hasil pemeriksaan, panitia menemukan sejumlah perangkat yang diduga digunakan untuk membantu kecurangan, di antaranya alat bantu dengar dan perangkat yang terhubung dengan ponsel.
Modus yang digunakan diduga memanfaatkan sistem komunikasi tersembunyi. Meski tampak seperti perangkat sederhana, alat tersebut telah dimodifikasi dan terhubung dengan headset kecil di telinga.
Teknologi ini memungkinkan peserta menerima jawaban dari luar selama ujian berlangsung.
Kedokteran Jadi Jurusan Paling Rawan
Tasrif menyebut sebagian besar kasus kecurangan UTBK berkaitan dengan peserta yang memilih jurusan kedokteran.
“Sekitar 99 persen kasus kecurangan yang ditemukan mengarah ke pilihan kedokteran,” ujarnya.
Tingginya persaingan, kuota terbatas, serta tingkat kesulitan seleksi menjadi faktor utama yang mendorong praktik curang tersebut.
Diduga Libatkan Jaringan Terorganisir
Melihat pola dan kecanggihan alat yang digunakan, pihak kampus menduga kasus ini tidak berdiri sendiri.
Ada indikasi keterlibatan jaringan terorganisir yang memanfaatkan teknologi khusus untuk membantu peserta dalam ujian.
Karena itu, pihak kampus mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Minta Penanganan Tegas
Tasrif menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa. UTBK merupakan seleksi nasional resmi yang menentukan masa depan pendidikan peserta.
Kecurangan dinilai merusak sistem seleksi dan harus ditindak tegas. Pihak kampus berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti tanpa harus menunggu laporan tambahan.
Pengawasan Semakin Diperketat
Kasus ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan UTBK kini semakin ketat. Pemeriksaan berlapis dilakukan melalui metal detector, pemeriksaan fisik, hingga pengawasan di ruang ujian.
Langkah ini terbukti efektif dalam mendeteksi potensi kecurangan sejak awal.
Kasus dugaan joki UTBK di Unsulbar menjadi pengingat bahwa praktik kecurangan terus berkembang dengan berbagai modus baru. Namun di sisi lain, sistem pengawasan yang semakin ketat diharapkan mampu menjaga integritas seleksi agar tetap jujur dan adil.

